ShARE ITB, Ajang Diskusi Sesama Mahasiswa Lintas Negara

Sore tadi iseng-iseng ke ITB buat cari tahu tentang apa itu ShARE ITB. Karena saya penasaran dengan kegiatan yang satu ini. Kemarin saya cuma dapat leaflet yang infonya pengen mengembangkan dan mempublikasikan riset-riset, Tugas Akhir, dan isu-isu yang berkembang di dunia.

Hmm.. Ternyata tadi tu sekaligus open recruitment pengurus dan anggota. Sebenarnya ShARE ITB ini baru saja dirintis. Belum ada pengurus maupun anggota. Pencetusnya adalah kak karlisa dkk, alumni elektro ITB juga lho.(Koq sama kak??) Ya udah saya ikut aja, sekalian ingin tahu lebih dekat tentang ShARE ITB.

Usut punya usut, setelah dijabarkan beberapa kegiatan ShARE ITB kedepan, ada beberapa point penting yang dimiliki ShARE ITB, yaitu berkolaborasi dengan mahasiswa di seluruh dunia untuk kegiatannya. Membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan, dan mengadakan atau mengikuti konferensi internasional.

Sebelumnya UI sudah menjadi anggota ShARE Internasional sejak tahun 2007, sedangkan ITB sendiri baru dirintis tahun ini. Arah pengembangan di ITB sendiri juga berpijak pada disiplin ilmu yang dimiliki yaitu teknik. Sehingga untuk beberapa kegiatannya, ShARE ITB membaginya menjadi empat kelompok yaitu bidang Energi, Sustainable Development, ICT, dan Entrepreneurship. Tampaknya menarik banget tuh. Katanya kalo jadi pengurus bisa ikut konferensi internasional secara gratis (dengan dana dari partnership). Yah,, semoga aja ShARE ITB ini terus berkembang, menjadikannya pelopor untuk kemajuan riset diITB. Kalau ada yang mau daftar masih di buka koq sampai akhir minggu ini. Saya juga ikutan ah..

Virus Ngantuk Menyerangku Hari Ini

Ntah kenapa hari ini rasanya beda banget. Hawa ngantuk menyelimuti sejak tadi pagi. Padahal jam7.30 udah kuliah. Jartel lagi. Terus Elektronika, sinsis, matek. Huh, berat banget rasanya hari ini. Untung ga ketahuan dosen kalo dengerin sambil ngantuk-ngantuk. ^_^

Apa gara-gara lagi ngerubah kebiasaan yah? Hari ini saya ingin belajar menjadi orang yang rajin. Jam5 udah bangun terus salat subuh. Abis itu ngenet bentar, kaya tips dari Pak Budi Rahardjo kemarin. Emang sih ga tidur lagi (biasanya tidur lagi euy) tapi rasanya berat banget. Jam6 gerak badan terus mandi seger banget. Kuliah tampak bersemangat karena udah makan juga. Tapi setelah sampai kelas dan dengerin dosen, rasa kantuk tak terbendung. Padahal biasanya ga sampai seperti ini. Huah.. Saya pengennya bisa mendengarkan dengan baik dan ga ngantuk. Ada saran??

Sampai kos jam 2 istirahat dulu. Nanti jam 5 ada ITB Share di CC Timur. Oprek. Berminat? Saya juga mau ikut.

Ujian PengIns, antara Susah dan Gampang

Lega rasanya abis ujian PengIns (Pengukuran dan Instrumentasi) karena satu ujian lagi udah terselesaikan. Tapi ga tau gimana hasilnya. Yah, itu semua kita serahkan pada dosen, semoga dosennya baik hati dalam memberi nilai. Lagian saya udah berusaha secara maksimal.

Baru kali ini saya merasakan ujian openbook. Ternyata ujian seperti itu tidak semudah yang saya kira. Toh, bisa buka buku, konsep-konsep udah ada dibuku semua tinggal contek. Eh, ternyata ga’, soalnya merupakan perkembangan dari konsep yang udah ada. Dari 4soal yang diujikan, dalam waktu 100menit baru selesai 3 soal. Hua… Soal 1 sampai 3 sama kaya kuis tapi yang ke empat baru sempet dapat soal a udah abis waktunya.. Kacian sekali..

Gapapa deh, yang penting udah berusaha. Dosen pak sigit enak lho. Bisa jadi referensi pilihan dosen kalo ada yang mau ambil makul di ITB khususnya PengIns, kalo masih ada tahun depan.

Operator Baru, Layanan Baru, Feature Baru

Semakin menjamurnya operator GSM saat ini membuat user menjadi baru menjadi bingung untuk menggunakan sebuah operator baru. Tampak dari mereka mencoba-coba untuk hanya sekedar mencoba fasilitas promo yang diberikan. Adanya suatu gap yang lebar antar operator dalam hal tarif inerkoneksi membuat pada user baru menggunakan operator yang sama dengan temannya atau keluarganya karena dianggapa lebih murah.

Kemunculan provider baru seperti THREE dan AXIS ini tentu membuat pengguna merasa nyaman karena promonya akan menguntungkan user itu sendiri. Seperti misalnya THREE memberikan GRATIS SMS dan telepon murah ke sesama THREE. Lain halnya dengan AXIS, dia memasang tarif murah untuk telepun dan SMS lintas operator. Tak lupa pula, AXIS juga memberi kuota internet 100MB/bulan selama promosi (sampai mei). Hal ini pasti cukup menguntungkan bagi kita, khususnya diri saya sendiri karena bisa internetan murah di rumah dengan modal yang tidak terlalu besar.

Operator yang sudah malang melintang di dunia telekomunikasi Indonesia pun tidak mau kalah bersaing. Mereka mengeluarkan tarif jor-joran hanya untuk menarik pelanggan baru atau temporaryuser (mereka hanya tertarik dengan promo saja. Abis itu langsung dibuang). Tapi saya pernah ke suatu perusahaan telekomunikasi di Jakarta, dia mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada standar terendah untuk tarif telekomunikasi, brarti dengan tarif jor-joran seperti ini tentunya bila dihitung secara matematis akan menghasilkan angka nominal yang sama.

Yah, semoga bulan depan, tarif interkoneksi sudah turun sehingga kita bisa leluasa untuk telepon tanpa harus ganti-ganti kartu hanya demi murah. Telekomunikasi adalah kebutuhan pokok untuk saat ini jadi harus bisa dijangkau setiap orang di Indonesia. Kita tunggu aja bulan depan bagaimana pemerintah memberlakukan telekomunikasi yang murah.

Yang terpenting, sekarang saya bisa internetan dengan puas berkat AXIS. Jadi sekarang saya punya tiga kartu GSM. M3, 3, dan AXIS. M3 biasanya untuk terima SMS karena teman banyak yang pake. 3 biasanya buat kirim yang beda operator biar murah. AXIS buat internetan karena GPRSnya dapet 100MB/bulan FREE. Semua ada positif negatifnya, tinggal kita pilih mana yang terbaik buat kita sendiri. Semua kembali kepada diri Anda sendiri.CMIIW..^_^

Saatnya GPRS Unjuk Gigi

Mungkin terkesan terlalu kuno kali ya hari gini masih menggunakan GPRS untuk internetan. Tapi begitulah diri saya. Baru kemarin berhasil menggunakan GPRS untuk konek ke Internet dari laptop karena hp saya yang lama tidak bisa.

Bermula dari keinginan yang kuat untuk internetan dikosan (karena gratis), hari sabtu,29maret kemarin saya bersama teman saya mencari hp yag bisa buat modem. Pilihan kita jatuh di Motorola C651 karena bisa digunain buat modem dengan mudah serta koneksi ke komputer menggunakan kabel USB port kaya di camdig/cardreader/semacamnya jadi gampang di cari. Setelah berputar-putar mengelilingi BEC, saya cuma nemuin hape C651 dua biji dengan spek yang cukup komplit (ada kabel data dan CD Drivernya). Harganya bervariasi mulai 400ribu sampai 500ribu. Akhirnya saya nemuin penjual Motorola yang lengkap. Bapaknya langsung cariin CD Drivernya sampai ketemu(kata temen, yang susah dicari drivernya, ga bisa dicopy). Eh, ternyata CD asli C651 tidak ada, dicobain pake CD seri yang lain ternyata bisa (bisa disini dalam artian bisa konek lewat komputer setelah dicoba beberapa menit dikomputer milik yang jualan). Akhirnya saya membeli Hape tersebut dengan harga 375ribu + CD Driver PC Suitnya motorola.

Hampir 3 jam di BEC hanya untuk mencari hp C651, sungguh aneh dan terlalu bernafsu untuk menghabiskan kuota internet yang masih gratis sampai hari ini. Sampai rumah langsung dicoba ternyata sukses juga dan bisa internetan sampai puas karena kuotanya masih 100MB gratis.

Kenapa GRATIS? Karena saya menggunakan AXIS. Provider GSM baru yang memberikan kita kuota internet 100MB per bulan secara GRATIS. Promo ini berlaku sampai bulan mei. Karena saya menggunakan hape yang belum 3G, maka saya cuma dapat kec yang rendah (ga tau berapa, yang penting setting modem udah max, 921Kbps). Tapi saya tetap suka karena bisa ngenet gratis di kos. Mahasiswa harus berkreasi dan mencoba teknologi yang ada.^_^

AksesAxis

Menurut saya pribadi, menggunakan C651 punya motorola cukup tangguh ketika dijadikan modem. Koneksi ke komputer juga mudah, kabelnya gampang dicari, interface dari pcsuitnya juga sederhana dan mudah dalam konfigurasi. Kalau mo cari modem murah tapi bukan murahan (karena bisa dijual lagi), saran saya cobain dulu Motorola C651.