Ebook Berkualitas (Free Download)

Sepertinya sekarang membaca buku sudah mulai ditinggalkan. Apalagi dengan adanya social media. Baca timeline isinya ketak ketik 140 karakter atau 1000 karakter, tambah gambar ini itu, dibumbui komentar pribadi dan post. Mungkin itu potret sebagian besar remaja dan orang dewasa saat ini. Agak susah untuk kembali membaca buku kecuali itu terpaksa. Kesadaran untuk membaca hal yang berkualitas itu kurang. Mungkin akses yang sulit dan mahal dan di social media tidak menyajikan hal-hal seperti itu. Padahal kata orang bijak, buku itu jendela dunia. Kalau cuma baca timeline, mungkin bisa juga melihat dunia tapi kulit2nya aja.

Tampilan pdfdrive.net ardianeko.net
Tampilan pdfdrive.net

Kalau mau punya bacaan yang berkualitas, silakan cari di pdfdrive.com. DIsana bisa cari dan download ebook-ebook berkualitas. Kenapa berkualitas? Yap, karena ebook tersebut adalah buku-buku yang dijual di toko buku ternama. Mau buku kuliahan ada, buku pengembangan diri ada, buku masak ada. Yang nggak ada mungkin buku diary. Hehehe..Tinggal search, pilih ebooknya, download. Bisa dibaca di browser ataupun di download.

category pdfdrive.net
category pdfdrive.net

 

Teringat dulu waktu kuliah, kita harus pinjam ke perpustakaan, terus dicopy jadi bentuk “buku”. Ya mohon maaf dulu perekonomian masih labil. Boro-boro beli buku Giancoli maupun buku Purcell, buat bayar kos sama sehari-hari aja masih pas-pasan. Jadi ya mohon maaf. Semoga penulisnya mendapatkan keberkahan di dunia dan di akhirat. ­čÖé

NB : Jika tidak menemukan buku yang dicari, silakan beli langsung ke toko buku. Namanya juga gratisan. +_+

Melihat Kehidupan sekitar Kita

Tiada kata terlambat dalam memulai yang lebih baik. Begitulah kata orang bijak untuk mendorong seseorang bergerak kearah yang lebih baik. Ramadhan kali ini, saya berpuasa di kota balikpapan. Cukup menarik juga tinggal di balikpapan. Apalagi tinggal didaerah yang bukan komplek perusahaan. Seperti merindukan masa-masa kecil, mendengarkan suara adzan, ada orang mengaji pagi siang sore malam. Terlebih lagi suasana ketika menjelang berbuka, banyak orang berjualan dipinggir jalan. Menawarkan makanan untuk berbuka puasa.

Mungkin suasana seperti ini udah lama tidak saya temui. Terutama saat tinggal di palembang. Saya tinggal di dalam sebuah komplek perusahaan yang agak jauh dari kota. Jarak antar rumah yang cukup jauh membuat komplek sepi. Walaupun begitu, suara adzan dari masjid pun masih sayup-sayup terdengar.

Oleh karena itulah, saat saya mengontrak di suatu lokasi yang agak jauh dari lokasi kerja membuat saya melihat realita kalau sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa di explore disekitar kita. Kita bisa menggali tatanan kehidupan disana. Melihat seberapa besar potensi kehidupan disana. Menurut cerita dari orang-orang yang tinggal di balikpapan, disana biaya hidup mahal. Tapi masih saja orang banyak yang tinggal disana. Kata mereka karena disana mudah cari uang. Kebanyakan mereka yang berjualan adalah orang jawa. Mereka merantau sampai ke pulau sebrang, melakukan pekerjaan apapun asal halal dan berharap bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di tanah perantauan. Yang katanya biaya hidup mahal, ternyata kalau beli bahan-bahan mentah terus masak sendiri jatuhnya lebih hemat (nggak mahal).

Biasanya kalau pagi ada tukang sayur lewat, kalau siang ada orang jual bakso malang lewat, kalau sore ada jual putu, jual jajanan anak-anak. Terkadang saya dan istri merasa iba membayangkan para penjual itu dan bertanya pada diri sendiri kira-kira berapa pendapatan penjual ini tiap hari. Jualan mereka harganya sangat terjangkau untuk masyarakat pada umumnya. Apakah mereka cukup membiayai kehidupannya sehari hari?? Apakah mereka bisa beli bahan-bahan untuk modal jualan lagi? Kalau jualan nggak laku, mungkin ada bahan yang ga bisa dipakai lagi. Terus digimanain?? Namun dibalik itu semua, pasti ada keyakinan dalam diri mereka bahwa rejeki sudah ada yang mengatur. Jika kita sudah berusaha, pasti akan ada jalan untuk kehidupan. Saya lebih respek dengan orang-orang yang berjualan (apapun jualannya) daripada orang-orang yang meminta-minta. Alhamdulillah, di Balikpapan rasanya saya belum pernah melihat orang-orang meminta2 di jalan. Semoga memang benar tidak ada.

Dari situ lah, saya mulai memahami sebenarnya usaha apapun yang dijalankan, asal dijalankan dengan konsisten pasti akan membentuk pasar sendiri. Dengan optimisme dan semangat menghidupi diri dan keluarganya, pasti mereka akan melakukan apapun. Seperti misalnya ada usaha laundry, mereka laundry itu hanya 6000 / kg padahal katanya biaya hidup disana mahal pasti UMR pekerjanya mahal juga. Belum lagi listriknya. Apa nggak tekor kalau sekilo cuma 6000? Kadang nggak masuk akal sih tapi mereka bisa……

Wah jadi ngelantur nih.. Padahal saya mau cerita yang lain.. Lain kali deh..

Pindah Ke Balikpapan

Untuk mengisi waktu dikala senggang ini, saya berusaha menulis lagi beberapa cerita singkat, bukan tema yang berat. Diawali dengan pindah tugas saya ke Balikpapan mulai desember 2016, akhirnya saya dirilis untuk pindah pada 1 Mei 2017 (hari buruh neh bos). Sebenarnya balikpapan bukan kota yang asing bagi saya karena sudah beberapa kali berkunjung walaupun paling 2 – 3 hari.

Menurut saya kota nya lebih tertata, lebih rapi, dan lebih bersih. Jalanan masih lancar dan ini bener-bener pinggir laut. Dulu waktu di palembang, rumah kami juga dekat laut. Lautnya tawar dan sering dilewati kapal cargo. Laut itu namanya Laut Musi (baca : sungai musi). Berhubung sungainya lebar sekali maka orang di palembang menyebutnya laut.

Balikpapan ini memang terletak di pinggir laut. Suasananya udah kaya liburan aja gara-gara lihat laut. Hehe.. Yang lebih sedap dipandang itu kalau sedang di komplek Pertamina yang gunung Dubbs, disana bisa melihat laut dan kota balikpapan. Terhampar lautan luas dengan kapal dan rig-rig pengeboran minyak. Seru lah pokoknya. Namun sayangnya, belum bisa tinggal didekat area situ. Belum cukup nilainya. Hehehe… Akses dari Bandara ke komplek Pertamina tidak jauh. Hanya 30 menit. Pokoknya di balikpapan itu udah kaya di Solo aja. Kemana-mana dekat, nggak macet, adanya hutan kota juga membuat suasana di sekitar komplek masih terasa kaya di desa.

Akan tetapi, katanya hidup di Balikpapan itu butuh biaya yang tinggi. Baru 2 minggu disini, kalau makan siang rata-rata 20ribuan. Itu dengan makan standard.. Makan malam sama aja. Beli soto banjar juga sekitar segitu. Tapi kalau belanja raw material kaya sayur, daging potong gitu harganya relatif sama dengan supermarket. Jadi ya sudah biasa dengan harga2 segitu. Tapi jangan dibandingin sama harga di pasar di Jawa ya.. Pasti beda banget… Dimanapun berada, mungkin jawa yang paling enak lah.. Mantappppps

Palembang Desember 2011 – Maret 2017

Balikpapan Mei 2017 – ~

Google Drive

online storage.JPGDiawali dengan kerusakan harddisk external (1 TB) hanya karena harddisk jatuh dari PC, saat ini harddisk tersebut sudah tidak bisa terbaca di akses lagi. Dari masalah itu, saya jadi berpikir untuk pindah ke penyimpanan online. Banyaknya online storage yang menawarkan penyimpanan gratis, membuat kita bisa memilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. Dengan beragam kemudahan dalam menggunakan online storage ini, saya merasa lebih nyaman memakainya dan tidak ada kekhawatiran kehilangan data. Data dicuri sih mungkin aja. Makanya jangan nyimpan data-data sensitif di online.

Kali ini saya akan membahas pengalaman menggunakan google Drive. Sebenarnya ada banyak media penyimpanan online saat ini seperti onedrive dari microsoft, icloud dari apple, dropbox, dan masih banyak lagi. Mereka memberikan beragam fasilitas gratis kepada kita untuk menyimpan file-file secara online.

googledrive ardianeko

Sebenarnya saya juga punya dropbox, punya juga onedrive. Namun saya tetap paling suka dengan google drive. Jika Anda memang pengguna beberapa aplikasi google, akan lebih enak jika diintegrasikan dengan google drive. File-file dari email bisa langsung dimasukkan dalam google drive, bikin document pakai google docs bisa langsung di save ke google drive. Dan bisa dibuka dari mana saja.

Tentu ini bakal memakan banyak bandwidth dan berakhir pada banyaknya kuota internet yang terpakai. Dan ujung-ujungnya duit. Namun disaat harga paket data yang semakin murah, kita lebih mudah dalam mengakses data secara online. Kelebihan lainnya, kita tidak bakal kehilangan data. Dibandingkan dengan menyimpan di flashdisk atau harddisk yang rentan rusak.

googledrive ardianeko 2

Jika dilihat di Google drive, kita diberi kapasitas 15 GB secara cuma-cuma. Kapasitas ini digunakan untuk sharing antara email, online drive, dan apps lainnya. Kapasitas ini bisa di upgrade sampai 100GB dengan hanya bayar 30ribu per bulan. Mungkin tampak mahal, makanya yang disimpan selectif aja. yang penting dan memberikan kenangan. ceilah… Hehehe…

Disini saya memang hanya pengguna saja. Orang yang hanya bisa menikmati dan me-utilisasi beberapa aplikasi untuk pekerjaan sehari-hari. Platform hanyalah platform. Penggunalah yang menentukan platform tersebut bermanfaat atau tidak. Manfaatkan segala gratisan yang ada selama gratisan itu belum dilarang.

 

 

Pengalaman Mengikuti Tax Amnesty

Tax Amnesty pada awalnya menyasar dana-dana yang ada diluar negeri untuk dikembalikan ke Indonesia. Tujuannya agar negara punya dana untuk membangun negeri ini. Namun seiring perkembangan waktu, tax amnesty juga menyasar pada dana-dana dalam negeri yang tidak dilaporkan dalam SPT tahunan.

Hasil gambar untuk tax amnesty

Kenapa saya harus ikut tax amnesty padahal sebenarnya bisa melakukan pembetulan SPT aja? Rencana saya sebenarnya hanya pembetulan SPT aja. Namun setelah ditimbang sana sini, lebih baik saya laporkan di tax amnesty.

Read More

[promo BCA] Memaksa untuk dibalas

Lagi mau ngerjain sesuatu eh malah buka hp lagi. Dilihat ada sms masuk. Ternyata dari BCA. Setelah dibuka, isinya cuma sms (menurut saya) nggak penting. Mereka ngasih tau mau menawarkan produk melalui sarana komunikasi pribadi. Yang paling malesin dari sms itu adalah, kita diposisikan sebagai seorang yang harus aktif ngasih tau jika memang nggak dapat penarawan. Walah.. walah… Padahal penawaran apa juga belum tahu. Masak udah bisa memastikan setuju apa nggaknya.

Screenshot_2016-04-01-21-23-10_com.android.mms

Saya juga nggak terlalu paham dalam dunia marketing. Tapi biasanya kalau mau nawarin produk ya dikasih tau saja tertarik nggak. Kalau tertarik, silakan ketik sms YA kirim ke xxx gitu aja kan. Kalau orang yang tertarik, apapun pasti mau dilakuin. Misal bunga pinjaman BCA fix 5% untuk tenor 1 tahun. Nah pasti banyak yang mau tuh. Masak ini kalau nggak setuju malah disuruh telp. Mungkin dari telp itu, bakal ditawarin juga produk2nya. Hehe.. Tapi ah sudahlah, mending ngerjain yang lain. Hehe.. *jangansuudzon*