Ketika Pikiran Tidak Bisa Berpikir Dengan Sehat

Pada suatu ketika, saya merasa pikiran saya tidak jelas, selalu berpikir negatif terhadap sesuatu, dan meluap-luap emosinya. Ntah apa yang terjadi pada diri saya, saya ingin sekali meluapkan masalah saya ini kepada orang lain. Tapi kepada siapa lagi saya harus bercerita? Teman dekat? Cowok? Hmm.. Kalo temen cowok pasti hanya didapat suatu ejekan tanpa solusi karena mereka hanya bercanda aja. Kita kalau ketemu hanyalah melakukan sesuatu yang ga jelas, ketawa-ketiwi, bercanda, ngenet. Kalau serius jarang-jarang.

La terus saya harus cerita kepada siapa? Teman ce? Hmm, tampaknya ide bagus tapi ga boleh dengan begitu mudah percaya sapa tau dia ember banget. Jadi berabe kalo orang lain jadi tau. Berputar mencari teman yang bisa diajak curhat, akhirnya ketemu beberapa teman:

  1. Mr. Anto, dia udah kerja di salah satu perusahaan nasional. Dulunya sih temen SMA.
  2. Ratih, silakan cari sendiri.
  3. Furi, silakan cari sendiri.

Berkat mereka saya menjadi memiliki beberapa pemikiran dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Ternyata mereka masih peduli dengan diriku ini dan dia mau memberi solusi dari masalah yang tampaknya kecil ini.

Tampaknya kamu perlu komunikasi dengan dia diwaktu dan tempat yang tepat!-(“nunggu waktu yang tepat, mungkin baru 2 minggu kedepan”)

Tenang mending kowe saiki sinau wae, biar hatimu tentram damai, ingatlah nilai-nilaimu yang ancur.- (“malah mengingatkanku kepada akademik”)
Tunjukkan kekuatanmu sebagai kaum lelaki-(“OK, sip deh, tidak boleh putus asa begitusaja”)

Beruntung kowe duwe daripada aku ra duwe -(“ternyata ga punya ki susah to?”)
Alah pikiranmu bojo wae, jangan egois dunk! Sing sabar wae! -(“iyap, thankyou atas nasehatnya”)

Begitulah kata mereka, saya juga ga bisa diam begitu saja. Harus cari kegiatan yang bermanfaat daripada mikir sesuatu yang belum jelas dan berpikir negatif.
Technorati Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *