Tarif Three Masih Pake “Tapi”

Melihat iklan tarif three di media massa dan di jalan, dia mengatakan,

tarif telpun ke semua operator 24 jam cuma 399/menit. Tanpa Tapi..

Iklannya gitu doank. Menurut asumsi saya, berarti tarif 3 sekarang jauh lebih murah daripada operator lain untuk telpun ke lain operator. Nah, kemarin saya coba telpun teman saya dengan tujuan indosat. Sekalian coba-coba bener ga sih tu tarif. Dia kebetulan satu kampus dengan saya.

Dicobalah telpun teman saya tadi, udah dapat nada sambung, eh ternyata telpunnya diangkat terus di reject. Lah, padahal ada urusan penting. Ya udah mungkin aja teman saya tadi lagi kuliah atau lagi sibuk gitu. Terus saya cek tu pulsa. Astaga, ternyata berkurangnya lebih dari 399 rupiah. Padahal ga sampe 5 detik saya telpun. Uh, menyedihkan sekali. Hmm, berarti bisa diambil kesimpulan kalau tarif three tu masih ada “tapinya”. Setelah liat-liat promo dari sms yang diberikan ternyata tu buat interkoneksi lokal aja. Kalo SLJJ masih 1000/menit. Owh, ternyata masih ada tapinya, tapi buat interkoneksi lokal.

Emang sih no temen saya tu dari luar kota dan sekarang kebetulan berada dalam satu lingkungan kampus. Tetapi tarif yang digunakan bukan tarif lokal. diluar daerah terdaftar kali ya. Jadi dianggap interlokal. Akhirnya termakan iming-iming iklan lagi. Heheh.. Kacian deh lu..

Kopi Sore HME

Yups, tadi sore di HME da event penting yaitu kopi sore bersama Pak Eniman (Ketua Prodi Elektro) dan Pak Nanang (pembimbing HME ITB). Acaranya berlangsung kira-kira 2jam dan mengangkat tema akademik dan organisasi (kaderisasi khususnya).

Ternyata banyak juga permasalahan mahasiswa yang saya belum ketahui. Bagaimana pula yang akan terjadi ketika sudah tingkat 3. Banyak diantara kakak2 tingkat yang khawatir dengan KPnya, akademiknya, iuran SPP ITB semesterannya, dll. Dimana hal tersebut kurang saya perhatikan untuk saat ini. Mungkin karena saya masih tingkat dua kali ya. Jadi belum mikir KP. 🙂

Akademik yang banyak disorot adalah mengenai KP dan fasilitas kampus itu sendiri. Ternyata untuk saat ini, perusahaan membatasi jumlah yang KP di tempat tersebut. Selain itu, dengan kondisi Indonesia yang kurang baik ini membuat perusahaan-perusahaan yang biasanya untuk KP sudah tidak mau menerima. Masa KP pun dikurangi menjadi 1 bulan, dimana dari prodi disyaratkan 2 bulan. Kalau baru 1 bulan harus digenapi menjadi 2 bulan. Jadi itulah permasalahan kakak2 kita di tingkat 3.

Tentang fasilitas kampus seperti perpustakaan, ada yang menyoroti kurang nyamannya perpustakaan di ITB ini. Katanya berdebu, buka hanya terbatas waktunya, tidak adanya toilet yang memadai gitu. (Apa iya mas? Saya sendiri juga udah 1 tahun ga ke perpus. Kesana cuma cap kartu doank. :)) Katanya bila dibandingkan dengan UI, perpusnya nyaman, buka 24 jam, alasnya karpet, dan mahasiswa bisa parttime disitu. Wuh, koq enak banget ya. Bisa tidur tuh diperpus. Hehehe… Yah, semoga aja fasilitas di ITB lebih ditingkatkan dan bisa lebih menarik perhatian para mahasiswa ITB pada khususnya untuk sering-sering berkunjung ke perpus. Tidak hanya hotspotan dan diskusi-diskusi ga jelas. 🙂

Mengenai organisasi sendiri, sebenarnya Pak Eniman setuju kalau HME dibawa ke arah keprofesian sehingga lulusan elektro ITB tidak hanya dianggap sebagai sarjana sastra elektro saja. Dia mampu mengaplikasikannya dalam dunia riil dan memiliki kemampuan praktis yang baik. Ketika ada yang tanya tentang kaderisasi dan segala macam nama yang menyerupainya, Pak Eniman menegaskan untuk tidak mengijinkan acara tersebut. Ntah kenapa koq ga diperbolehkan. Mungkin karena Pak Eniman masih menganggap acara kaderisasi penuh dengan siksaan dan perploncoan kali ya. Yah, mungkin karena bawaan dari angkatan tua-tua yang mendidik kaderisasi dengan seperti itu, tetapi semakin kesini kaderisasi semakin lunak dan jauh dari perploncoan menurut saya.

Menurut saya pribadi sih, dengan kaderisasi tersebut, kita bisa lebih kenal dengan teman seangkatan tentunya. Menjalin rasa kebersamaan dan kepedulian. Kalau tidak ada kaderisasi itu, mungkin saya tidak bisa kenal dengan sebanyak teman yang ada di elektro ini. Selain itu, dengan kaderisasi, kita dituntut untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mencari dana sendiri, mencari lokasi sendiri, membaur dengan warga sekitar, itu tumbuh dengan kesadaran diri untuk saling berbagi dan bekerja sama dengan tujuan yang sama. Walaupun masih ada kurang disana sini tetapi itu wujud kepedulian kita. Kaderisasi tidak selamanya jelek, kita bisa berkarya demi bangsa ini dengan kerja keras dan keringat kita tanpa ada orang tahu.

GPRS Axis Mulai Melambat

Yah, baru merasakan internet nyaman beberapa saat aja sekarang udah mulai letoy lagi. Padahal waktu pertama beli AXIS itu kencang lho. Ga peduli jam sibuk, tengah malam, pagi hari, kecepatannya lumayan bisa ditoleransi.

Sekarang? Hahaha, AXIS udah mulai ga bener. Buat buka web aja susahnya minta ampun. Yang nunggu sampe ngantuk2. Wekeke.. Apa karena yang pake udah mulai banyak ya jadi semakin padat trafficnya. Yah, emang gitulah kalo gratis pasti banyak yang pake terus jatuhnya ya lelet kaya gini servicenya.
Mungkin ganti m3 aja kali ya. Walaupun bayar yang penting rada cepet. Hemat waktu dan tenaga.

Sekarang udah ga bisa buat download email dari thunderbird, nge-blog susah, buka email yah begitulah. Semoga promosi ini tidak jadi bumerang bagi dirimu AXIS. Tingkatkan layananmu.

Lunturnya Tenggang Rasa Sesama

Pada suatu hari, teknologi mengubah kehidupan seseorang. Ntah itu tua, muda, laki, perempuan, semua larut dalam kehadiran teknologi tersebut. Salah satu teknologi yang mampu melakukan itu adalah handphone. Sejak kehadiran handphone, banyak orang yang merasakan manfaatnya tapi ada juga yang mendapatkan pahitnya. Kenapa? Karena dengan handphone semua bisa mudah terlaksanakan tetapi dengan kehadiran itu pula rasa peduli, tenggang rasa, dsb akan mulai luntur.

Toh dengan handphone, gue ga usah kesana. Bisa langsung telpun. Sms pun jadi. Murah meriah lagi!

Akan tetapi hal tersebut menurut saya kurang berkenan. Walaupun teknologi sudah canggih, kita juga harus melakukan tatap muka secara langsung. Apalagi dengan boomingnya instant messenger di handphone seperti MXIT, MIG33, EBUDDY, SHMessenger, dll, rasanya handphone menjadi segalanya. Baterei abis langsung bingung. Emang sih saya juga mengalaminya. Tetapi bisa tau diri lah. Masa dimana aja, kapan aja pegang hape pencet-pencet keypad. Ga etis banget kan? Apalagi waktu kuliah. Kalo saya sih cuma kalo di kos atau lagi ga ada kerjaan. Apalagi tarif telpun dan sms yang semakin murah ini, semoga tidak merusak generasi bangsa karena sibuk ngurusi handphonenya.

Pernah suatu ketika, saya jengkel banget dengan seseorang gara2 IM tersebut. Kita lagi ngomong-ngomong penting, eh ternyata dia lagi asik chatingan ma orang di sono. Dia senyam-senyum terus kirain tertarik ma apa yang saya omongin eh ternyata senyum ma IMnya. Saya pun harus mengulang kata-kata saya dua kali karena dia ga fokus. Jawabannya pun slenco (jawaban ga pas ma pertanyaan). Gimana coba perasaan Anda kalo seperti itu?

*sedihdansenangmenyatudenganhandphone*

Jiwa Entrepreneurship

Mau jadi entrepreneur? Tumbuhkan jiwa seperti ini:

  1. Banyak main jangan lupa belajar
  2. Berorientasi Pada Pelayanan
  3. Memancarkan Energy Positif
  4. Mempercayai Orang Lain
  5. Hidup Seimbang
  6. Hidup = Petualangan
  7. Sinergistik
  8. Berlatih untuk Memperbaruidiri

Harus Pandai membaca dan cerdik dalam menggunakan 5W+1H

*dikutip dari slide Pak Budiono, Leadership dan Entrepreneurship @ BSC-B ITB*

Stadium General Leadership dan Entrepreneurship

Pagi tadi saya ga nyoblos tapi ikut stadium general (SG) tentang Leadership&Entrepreneurship. Pembicaranyapun cukup menarik yaitu Pak Budiono (Direktur Gatra), Pak Amar Rasyad (Presiden GEC), dan Pak David (Direktur D&D Property Consultant). Tapi yang saya kaget waktu datang tu koq yang ada menwa-menwa gitu. Panitiapun juga menwa. Akh, saya sempat bingung kirain salah masuk. Setelah tanya ternyata bener. Hehehe, ternyata yang ngadain tu menwa ITB dalam rangka oprek organisasinya. Yah, saya kan ga tau banyak tentang menwa. Kemarin daftar pun ga tau yang ngadain siapa. Asal gratis ikutan. 🙂 Sempat terpikir dibenak saya, menwa koq ngadain Stadium General tentang entrepreneurship. Tapi bagus juga koq. Semoga banyak pemuda Indonesia yang menjadi entrepreneur yang bisa bersaing di kancah internasional.

Waktu acara mau dimulai tu, ada sesuatu yang beda dari SG yang lain. Pak momodnya ngajakin kita-kita buat sikap duduk siap. Dengan aba-aba “duduk siap grak!” langsung deh badan tegap, tangan dilutut, kaki rapat. Hehehe, jadi inget masa-masa SMP dan SMA waktu ospek.

Beberapa point penting dalam SG tadi kalo bisa saya ringkas adalah kematangan seseorang untuk menjadi seorang pemimpin dilihat dari trackrecord beliau sehari-hari. Kata Pak Budiono, “Banyak-banyaklah main, tapi jangan lupa belajar”. Dia menekankan untuk lebih banyak bersosialisasi di lingkungan sekitar karena pendidikan informal itulah yang mambentuk watak dan cara pandang dalam menghadapi masalah. Dengan pendidikan informal, kita akan terus belajar tidak mengenal tempat dan waktu sehingga ketika nanti terjun dalam dunia yang begitu kejam, kita tidak akan mudah patah semangat.

Dalam presentasi yang dituturkan Pak Amar tentang entrepreneurship, dia memaparkan kunci sukses entrepreneurship, yaitu Berani (malu dan rugi), Jaringan / networking yang luas (kaya operator selular aja), dan Kerja Super Keras. Tanpa itu maka entrepreneur hanya akan menjadi wacana dalam diri saja.

Selain itu, ada juga simulasi teamwork yaitu dengan memasukkan bola pingpong kedalam lubang dengan jarak 6m. Alat yang digunakan hanyalah bambu 30cm berjumlah 5 buah. Bagaimana caranya? Silakan dikerjakan bersama team Anda. Kelak Anda akan bisa menyelesaikan dengan sesingkatmungkin dan sebanyak mungkin bola yang masuk. Nilai yang ada disini adalah diskusi bersama untuk memecahkan masalah, pembagian kerja yang jelas, dan pemimpin yang harus cerdik.

Di akhir acara Pak Budiono menegaskan untuk membaca! dan cerdik menggunakan 5W + 1H untuk menumbuhkan rasa keingintahuan dalam kehidupan sehari-hari. Tertarik? Silakan dicoba!

*Diringkas dalam SG yang diadakan oleh MENWA ITB 13 April 2008@Ruang Seminar BSC-B*

Hari ini ada PilGub Jabar

Para penduduk di sekitar kosan saya tampak sibuk mempersiapkan event paling bergengsi di jabar ini. Ternyata hari ini adalah pemilu Gubernur Jabar. Siapa aja calonnya? Bagaimana orangnya? Tentu Anda lebih mengerti karena saya sendiri juga pendatang yang ga terlalu konsern dengan masalah pemerintahan. Oh,, dunia politik.

Setahu saya sih calonnya ada 3 yaitu DA’I, HADE, dan AGUM NU’MAN (koq ga ada singkatannya bang? Kalo disingkat kan jadi AMAN. :D). Bagaimana trackrecord mereka, visi misi mereka, yang terpenting adalah gunakan hak pilih Anda sesuai dengan nurani Anda. Jangan hanya karena iming-iming belaka hak pilih Anda menjadi terbeli dengan sangat murah. Sayang sekali saya tidak bisa memilih untuk pilgub ini. Ga punya KTP Bandung sih. Lagian juga ga tau apa dan bagaimana calon-calonnya.

Selamat memilih. Tentukan yang terbaik untuk Jawa Barat sehingga bisa lebih maju dan lebih baik daripada kepemimpinan saat ini.

Hore… Baterai Laptopnya Udah Datang

Hore.. Seneng rasanya baterai laptop saya udah datang. Setelah ditunggu beberapa minggu. Sempat seminggu yang lalu udah di telpun ama acer tapi setelah diterima baterainya salah. Hahaha, masa perusahaan profesional kirim barang aja salah. Apa ga ada checking ulang sebelum pengiriman. Padahal indent tu barang sampe 2minggu baru dapat, kata mbaknya dulu sih “owh, iyah mas, 3-4hari lagi paling udah datang barangnya”. Tapi kenyataannya 2 minggu baru datang. Emang susah kali ya cari barang langka yang ga setiap orang butuh replace.

Kamis sore kemarin saya ditelpun lagi kalo batereinya udah datang. Langsung aja saya kesana, tanpa pikir panjang langsung naek motor kesana, tak peduli mendung dan ngantuk (baru bangun tidur sih. Hehehe). Takut kalo barangnya salah lagi. Sesampai sana langsung aja dicoba. Eh, tenyata bisa. Horeee…. Batereinya baru lagi. Bisa ngenet dengan nyaman di kampus. Ga prelu colok-mencolok ke jala2 terus.

Setelah di tes dari sore sampe malem, waktu ngecharge tu sampe 2jam. Dengan laptop menyala. Terus waktu discharge tu bisa sampe 2,5jam dengan asumsi LCD pada setting max dan pemakaian normal dengan winamp selalu menyala + powerpoint + WIFI off. Yah, kalo buat hotspot pasti rada berkurang deh. Tapi ga masalah lah. Bisa sampe 2jam gitu. Daripada kemarin ga sampe 5menit. Moga aja baterai yang baru dibeli bisa awet setelah tau kesalahan-kesalahan nge charge baterai. Berapa sih harga baterai laptop ACER? Saya beli kemarin 880000 lho. Mahal banget. Kirain cuma 100000 ato 200000 gitu. Ternyata…

C650 ku Ternyata Canggih Juga

Wahaha, baru tau hari ini kalo HP sekenku yang C651 seharga 375000 itu sungguh powerful. Baru sempet ngoprek2. Ternyata konten yang terkandung dalam C651 ini cukup banyak. Ringtone yang disajikan cukup beragam (mungkin karena saya selalu pake nokia, jadi kedengeran beda ringtone motorolanya). Kamera juga VGA tapi lebih mantap daripada CIF.

Walaupun Hape jadul, karena mirip dengan punya saya yang udah dipunya (N3200), HP ini memberikan memory yang lebih longgar sedikit(cuman 1.4MB) tapi dia mampu menjalankan applikasi java yang rada berat. Tadi saya coba download beberapa aplikasi java popular saat ini bisa semua seperti operamini v.4.0, MXIT 5.3, Bing, Ebuddy, MIG33. Lengkap sudah apa yang saya idam-idamkan beberapa bulan kemarin karena pake N3200 ga isa semua tu aplikasi. MXIT pun yang versi lama. MIG33 pun sering eror. Cape deh..

Dengan motorola C651 ini saya juga bisa buat modem jadi bisa ngenet kalo di kos. asik… Ternyata ponsel jadul pun sudah bisa dimasuki java (CLDC v.1.0 dan MIDP v.2.0) dan bisa buat modem pula. Puas deh berhubungan ma C651 buat internetan lewat HP. Harga murah meriah, koneksi lancar terkendali. Dompet ga jadi menipis dengan operator AXIS. Bisa ngeblog, email, dan chatting.

*janganlupatetepbelajarlho*

Bingung Sub Jurusan, Elektronika atau Telekomunikasi

Yah, itulah yang masih saya rasakan sampai hari ini. Bimbang dan bingung ketika harus memilih sub jurusan di elektro ini. Kebetulan tinggal beberapa bulan lagi udah tingkat 3. Itu artinya saatnya saya memilih sub jurusan.

Masih ada keraguan untuk memilih, antara Elektronika (elka) dan Telekomunikasi (Telkom). Memang sih semuanya memberikan prospek yang bagus. Dan saya pun mau keduanya. Kalo bisa gabungan. Hehehe…

Kalau merunut dari trackrecord sejak masuk ITB, saya ga cocok keduanya kayanya. La dulu susah banget. Apalagi yang daspro tu. Wuh, ada bahasa yang namany LISP. Di SMA belum dapat apa2 dikuliahan langsung dapat LISP. Jadi bingung deh. PRE lumayan lah. Disemester tiga saya mulai enjoy dengan coding. Tapi RE tetep aja bingung. Huh, pasti ada aja mata kuliah yang dikesampingkan.

Menganjak semester 4, ga tau kenapa saya lebih suka belajar makul Elektronika1. Terus suka coding (kebetulan sekarang jadi cakru divkom subdiv programming java). Yah, akhirnya jadi tambah bingung setelah denger akan ada perubahan kurikulum di ITB menjadi kurikulum 2008 yang menerapkan mayor dan minor. Sepanjang yang saya tahu, kalo kurikulum ini diberlakukan, maka telkom tidak akan memiliki akreditasi ABET. Lha terus?? Makanya itu saya jadi bingung.. Untuk saat ini saya kayanya lebih condong ke ELKA. Padahal semester ini udah ambil makul Jaringan Telekomunikasi. Ada yang punya masukan?? Tulung aku..